Info Tarakan – Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru di Kota Tarakan terus dikebut. Salah satu infrastruktur pendukung yang kini menjadi fokus adalah akses jalan menuju lokasi TPA yang berada di kawasan baru. Hingga pertengahan September 2025, pengerjaan jalan tersebut masih dalam tahap pengerasan.
Jalan Akses Jadi Prioritas
Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan pembangunan jalan menuju TPA menjadi salah satu prioritas agar kendaraan pengangkut sampah dapat beroperasi dengan lancar. Jalan tersebut diproyeksikan sebagai akses utama dari dan menuju TPA yang dirancang menggantikan TPA lama di Juata Laut.
“Progresnya saat ini sudah masuk tahap pengerasan. Kami targetkan dalam waktu dekat bisa rampung agar bisa segera digunakan,” ujar salah satu pejabat PUPR Tarakan.
Kendala Lapangan
Meski berjalan sesuai rencana, pengerjaan jalan ini menghadapi beberapa kendala teknis. Kontur tanah yang cukup labil membuat pengerasan harus dilakukan berlapis dan memerlukan waktu lebih panjang. Selain itu, cuaca yang tidak menentu juga sempat memperlambat proses pekerjaan.
“Kami memang berhati-hati. Jangan sampai ketika sudah digunakan, jalan cepat rusak. Jadi pengerasan dilakukan bertahap dengan pengawasan ketat,” tambahnya.

Baca juga: 5 Fakta Napi Tewas Ditusuk di Lapas Tarakan
Solusi Atasi Persoalan Sampah
Kehadiran TPA baru ini diharapkan dapat menjadi solusi dari persoalan penumpukan sampah di Kota Tarakan. Selama ini, TPA lama di Juata Laut sudah mengalami kelebihan kapasitas. Pemerintah kota pun didesak segera mempercepat operasional TPA baru untuk mengantisipasi dampak lingkungan.
Beberapa waktu terakhir, isu pengelolaan sampah di Tarakan cukup mencuat, terlebih dengan adanya polemik pengolahan sampah dapur dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pembangunan TPA baru dianggap sebagai langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola sampah di kota tersebut.
Harapan Masyarakat
Masyarakat Tarakan menyambut baik pembangunan TPA baru beserta jalan aksesnya. Namun, warga berharap pengerjaannya bisa selesai sesuai target sehingga distribusi sampah tidak lagi terganggu.
“Kalau jalan aksesnya cepat selesai, armada sampah bisa lebih mudah menjangkau lokasi. Jangan sampai tertunda lama, karena masalah sampah ini menyangkut kesehatan warga,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat di Tarakan Utara.
Target Penyelesaian
Pemkot Tarakan menargetkan pembangunan jalan menuju TPA selesai pada akhir tahun 2025, sehingga TPA baru bisa mulai beroperasi secara penuh. Pemerintah juga berencana melengkapi TPA tersebut dengan sistem pengelolaan modern yang ramah lingkungan, seperti pengolahan gas metana dan daur ulang material anorganik.
“Harapannya, Tarakan bisa memiliki TPA yang tidak hanya menampung, tetapi juga mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini sejalan dengan visi pembangunan kota hijau,” tutup pejabat terkait.















