Info Tarakan – Desakan masyarakat terhadap pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tarakan akhirnya mendapat respons serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan. Pada Jumat (12/9/2025), DPRD menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama manajemen PDAM, instansi teknis terkait, serta perwakilan masyarakat.
Langkah ini dilakukan menyusul banyaknya keluhan warga terkait pasokan air bersih yang tidak merata, gangguan distribusi, hingga masalah tagihan yang dianggap tidak sesuai dengan pelayanan.
Gelombang Keluhan Masyarakat
Dalam beberapa bulan terakhir, keluhan soal layanan PDAM terus bermunculan, baik melalui media sosial, aduan langsung ke DPRD, maupun aksi unjuk rasa. Warga menyoroti kualitas layanan yang tidak sepadan dengan biaya langganan yang harus dibayarkan.
“Air mati bisa sampai berhari-hari, tapi tagihan tetap jalan. Ini yang membuat masyarakat kecewa,” ungkap Samsul Bahri, salah seorang warga yang hadir dalam forum tersebut.
DPRD Ambil Sikap Tegas
Ketua DPRD Tarakan, H. Yusuf, menegaskan bahwa forum RDP ini digelar sebagai bentuk keseriusan lembaga legislatif dalam mengawal aspirasi masyarakat. Menurutnya, PDAM sebagai penyedia layanan publik tidak boleh abai terhadap kebutuhan dasar warga.
“Kami ingin mendengar langsung apa kendala manajemen PDAM dan apa solusi yang mereka siapkan. DPRD berdiri di sisi masyarakat, karena pelayanan air bersih adalah hak dasar warga Tarakan,” tegas Yusuf.
Penjelasan Manajemen PDAM
Direktur Utama PDAM Tarakan, H. Rudi Hartono, mengakui adanya kendala teknis dalam distribusi air, terutama terkait kapasitas produksi dan infrastruktur pipa yang sudah berusia tua.
“Kami tidak menutup mata terhadap keluhan masyarakat. Saat ini kami tengah melakukan evaluasi besar-besaran, termasuk rencana perbaikan jaringan distribusi dan penambahan kapasitas produksi,” jelasnya.
Rudi menambahkan, PDAM juga telah menyusun roadmap peningkatan layanan dengan target jangka pendek, menengah, dan panjang. Namun, ia meminta dukungan pemerintah daerah maupun legislatif agar program tersebut bisa terealisasi.

Baca juga: Luas Jalan di Tarakan Belum Sebanding dengan Ketersediaan PJU, Ini Penjelasan Dishub
DPRD Desak Evaluasi Menyeluruh
Dalam forum itu, beberapa anggota dewan mendesak agar PDAM segera melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari aspek manajemen, teknis, hingga pelayanan pelanggan. DPRD juga meminta agar transparansi laporan keuangan ditingkatkan, sehingga masyarakat bisa melihat penggunaan anggaran secara jelas.
“Kalau memang ada keterbatasan anggaran, sampaikan terbuka. DPRD siap mendukung sepanjang program itu jelas dan berpihak pada masyarakat,” ujar Nuraini, anggota Komisi II DPRD Tarakan.
Harapan ke Depan
Masyarakat yang hadir dalam forum menyambut baik langkah DPRD menginisiasi RDP ini. Mereka berharap ada tindak lanjut nyata, bukan sekadar janji di atas kertas.
“Kami butuh air bersih, bukan alasan. Semoga hasil rapat ini betul-betul direalisasikan,” kata Rina, warga Kelurahan Karang Harapan.
Tindak Lanjut DPRD
DPRD Tarakan memastikan akan membentuk tim pengawas khusus untuk memantau progres perbaikan layanan PDAM. Tim ini akan bekerja sama dengan pihak eksekutif dan manajemen PDAM untuk memastikan setiap rencana yang dipaparkan benar-benar dijalankan.
“Ke depan, kami ingin PDAM Tarakan benar-benar berbenah. Jangan sampai masalah klasik air bersih terus berulang setiap tahun,” pungkas Ketua DPRD.
Dengan adanya RDP ini, masyarakat Tarakan menaruh harapan besar agar pelayanan PDAM bisa lebih baik dan merata, mengingat air bersih merupakan kebutuhan vital yang tidak bisa ditawar.















